X
S1 ILMU TEOLOGI GLOBAL PERKULIAHAN PENGENALAN TEOLOGI GLOBAL
 
Program S1 Ilmu Teologi Global
 
PDKS ROS PBX Alexandrina Victoria II International University
 
Penyusun: Prof Dr HRH Princess Donna Dayu Kencana Soekarno SH BSc S.Psi LLB LLM PhD

Dosen Pengantar: [Prof I Wayan Murjana]
Hari/Jam: [Rabu 1 April 2026 ] Jam 20.00 WIB Indonesia / 08.00 PM
 
 
 
1. DESKRIPSI PERKULIAHAN
 
Perkuliahan Pengenalan Teologi Global merupakan mata kuliah wajib pada Semester 1 Program S1 Ilmu Teologi Global. Mata kuliah ini bertujuan memberikan pemahaman dasar tentang konsep, perkembangan sejarah, dan landasan hukum serta normatif dari Teologi Global sebagai disiplin ilmu yang inklusif dan berorientasi pada keragaman budaya, agama, dan konteks global.
 
Tujuan Pembelajaran:
 
- Memahami definisi dan cakupan Teologi Global secara komprehensif
- Mengenali perkembangan sejarah Teologi Global dari masa ke masa
- Menganalisis dasar hukum dan kerangka normatif yang mendasari disiplin ini
- Menghubungkan konsep Teologi Global dengan konteks sosial, budaya, dan keagamaan di tingkat lokal dan global
 
Materi Pokok:
 
- Definisi dan karakteristik Teologi Global
- Sejarah perkembangan Teologi Global
- Dasar hukum dan landasan normatif Teologi Global
- Hubungan Teologi Global dengan disiplin ilmu lain dan keragaman keagamaan
- Aplikasi Teologi Global dalam konteks kontemporer
 
Metode Pembelajaran:
 
- Kuliah tatap muka dan daring
- Diskusi kelompok dan studi kasus
- Penelitian kecil dan presentasi
- Studi pustaka dan analisis dokumen
 
Penilaian:
 
- Tugas individu dan kelompok (40%)
- Ujian tengah semester (30%)
- Ujian akhir semester (30%)
 
 
 
2. PEMBAHASAN MATERI
 
2.1 Definisi Teologi Global
 
Teologi Global adalah disiplin ilmu teologis yang memandang realitas keagamaan dari perspektif global, mengakui keragaman tradisi agama, budaya, dan konteks manusia di seluruh dunia. Ia tidak terpusat pada satu tradisi atau wilayah tertentu, melainkan berusaha membangun dialog dan pemahaman antar berbagai pandangan keagamaan dengan dasar prinsip inklusivitas, keadilan, dan kebersamaan manusiawi.
 
Secara lebih rinci, Teologi Global memiliki beberapa dimensi kunci:
 
- Dimensi Inklusif: Menyertakan berbagai tradisi agama (Kristen, Islam, Hindu, Buddha, agama lokal, dan lainnya) serta pandangan non-teistis dalam pembahasan teologis
- Dimensi Kontekstual: Menghubungkan refleksi teologis dengan realitas sosial, ekonomi, politik, dan budaya di berbagai wilayah dunia
- Dimensi Transformatif: Bertujuan untuk merespons tantangan global seperti kemiskinan, perubahan iklim, konflik antar agama, dan ketidaksetaraan melalui lensa teologis
- Dimensi Dialogis: Mendorong pertukaran pemikiran dan pemahaman saling menghargai antar berbagai komunitas keagamaan
 
2.2 Sejarah Singkat Teologi Global
 
Perkembangan Teologi Global dapat dibagi menjadi beberapa periode penting:
 
Periode Awal (Abad 19-20 Awal):
 
- Dimulai dengan gerakan misi internasional yang mengakui keragaman konteks budaya dan keagamaan di daerah tujuan misi
- Muncul refleksi teologis yang tidak hanya berbasis pada tradisi Barat, melainkan juga mempertimbangkan nilai-nilai lokal
- Tokoh kunci: Pandita Ramabai (India), Samuel Ajayi Crowther (Nigeria), dan lainnya yang mengkaji sinergi antara agama lokal dan tradisi agama dunia
 
Periode Pembentukan (Tengah Abad 20):
 
- Dipengaruhi oleh gerakan dekolonisasi di seluruh dunia, yang mendorong munculnya teologi yang tidak tergantung pada paradigma Barat
- Dibentuk oleh kongres-kongres agama internasional yang mengakui pentingnya perspektif dari Selatan Global
- Peristiwa penting: Pembentukan World Council of Churches (1948) dengan partisipasi luas dari negara-negara di Asia, Afrika, dan Amerika Latin
 
Periode Pengembangan (Akhir Abad 20 - Awal Abad 21):
 
- Muncul berbagai aliran dalam Teologi Global seperti Teologi Pembebasan (Latin Amerika), Teologi Perempuan Global, Teologi Lintas Agama, dan Teologi Lingkungan Global
- Diakui sebagai disiplin ilmu mandiri di berbagai universitas dan lembaga pendidikan keagamaan di seluruh dunia
- Tantangan global seperti terorisme, pandemi, dan perubahan iklim memperkuat relevansi Teologi Global sebagai kerangka refleksi
 
Periode Kontemporer (Abad 21 Saat Ini):
 
- Lebih menekankan pada kolaborasi lintas agama dan lintas budaya untuk menyelesaikan masalah bersama
- Mengintegrasikan perkembangan teknologi dan komunikasi global dalam refleksi teologis
- Berkembang menjadi bidang studi yang tidak hanya dijalankan di lembaga keagamaan, melainkan juga di fakultas ilmu sosial dan humaniora di berbagai universitas internasional
 
2.3 Dasar Hukum Teologi Global
 
Dasar hukum Teologi Global mencakup dua aspek utama: dasar hukum normatif keagamaan dan dasar hukum positif nasional serta internasional.
 
 
 
3. ANALISIS HUKUM
 
3.1 Dasar Hukum Normatif Keagamaan
 
- Prinsip Inklusivitas: Berdasarkan ajaran-ajaran utama berbagai agama tentang persaudaraan manusia dan penghormatan terhadap kehidupan
- Prinsip Keadilan: Berlandaskan nilai-nilai keadilan sosial yang terdapat dalam semua tradisi agama dunia
- Prinsip Kebebasan Beragama: Mengakui hak setiap individu dan komunitas untuk memeluk dan mengamalkan agamanya sesuai dengan keyakinannya, sesuai dengan semangat ajaran agama masing-masing
- Prinsip Dialog Antar Agama: Didukung oleh ajaran tentang cinta kasih, penghormatan, dan pemahaman saling antar umat beragama
 
3.2 Dasar Hukum Positif
 
Hukum Internasional:
 
- Piagam PBB (1945): Pasal 18 mengakui hak kebebasan beragama dan keyakinan serta kebebasan menyampaikannya
- Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (1948): Pasal 18 menetapkan hak setiap orang untuk kebebasan berpikir, hati nurani, dan agama
- Konvensi tentang Hak-hak Anak (1989): Pasal 30 mengakui hak anak yang berasal dari komunitas etnis, agama, atau bahasa minoritas untuk memeluk dan mengamalkan agama serta budaya komunitasnya
- Deklarasi PBB tentang Perluasan Dialog Antar Agama dan Keyakinan untuk Perdamaian, Keamanan, dan Pembangunan (2019): Mendukung upaya dialog lintas agama yang sejalan dengan prinsip Teologi Global
 
Hukum Nasional Indonesia:
 
- Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945: Pasal 29 ayat (2) menetapkan bahwa "Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat sesuai dengan agamanya dan kepercayaannya itu"
- Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia: Bab IV menyatakan hak kebebasan beragama dan keyakinan
- Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 1969 tentang Pengendalian Penyelenggaraan Agama: Menetapkan kerangka penyelenggaraan agama yang menghargai keragaman dan harmoni antar umat beragama
- Keputusan Mahkamah Konstitusi Nomor 32/PUU-X/2012: Menegaskan bahwa kebebasan beragama mencakup juga agama-agama yang belum diakui secara resmi, yang sejalan dengan prinsip inklusivitas Teologi Global
 
3.3 Analisis Korelasi Hukum dan Teologi Global
 
- Prinsip Teologi Global yang mengedepankan inklusivitas dan dialog antar agama sejalan dengan ketentuan hukum yang melindungi kebebasan beragama dan menghargai keragaman
- Hukum memberikan kerangka hukum yang aman dan teratur untuk praktik Teologi Global, seperti kegiatan dialog, penelitian, dan pendidikan
- Teologi Global memberikan perspektif normatif yang dapat memperkaya interpretasi hukum agar lebih humanis dan responsif terhadap keragaman konteks global
- Di Indonesia, konsep Bhineka Tunggal Ika menjadi jembatan yang kuat antara prinsip Teologi Global dan nilai-nilai hukum nasional, karena kedua-duanya mengedepankan persatuan dalam keragaman
 
 
 
4. KESIMPULAN
 
Teologi Global adalah disiplin ilmu teologis yang relevan dan penting di era globalisasi saat ini. Secara definisi, ia merupakan refleksi teologis yang inklusif, kontekstual, transformatif, dan dialogis yang melibatkan berbagai tradisi agama dan budaya di seluruh dunia. Sejarah perkembangannya menunjukkan perjalanan dari refleksi kontekstual lokal menuju disiplin ilmu yang memiliki cakupan global.
 
Dasar hukum Teologi Global mencakup kedua dimensi normatif keagamaan dan positif hukum nasional serta internasional. Di Indonesia, perkembangan dan praktik Teologi Global sejalan dengan nilai-nilai Pancasila, terutama sila pertama dan sila kelima, serta ketentuan hukum yang melindungi kebebasan beragama dan menghargai keragaman.
 
Dengan demikian, Teologi Global tidak hanya memberikan pemahaman yang lebih luas tentang realitas keagamaan dunia, melainkan juga berkontribusi pada terwujudnya perdamaian, keadilan, dan harmoni antar umat beragama serta komunitas manusia di tingkat lokal dan global.Konteks global dan teologi memiliki hubungan yang sangat erat, di mana dinamika dunia modern mengubah cara manusia memahami, merespons, dan mengembangkan pemikiran teologis.
 
Pengertian Hubungan Keduanya
 
Konteks global merujuk pada kondisi dunia yang saling terhubung secara intensif melalui perdagangan, teknologi, komunikasi, migrasi, serta tantangan bersama seperti perubahan iklim, pandemi, konflik lintas agama, dan ketidaksetaraan ekonomi. Sementara itu, teologi adalah refleksi kritis tentang keyakinan agama dan hubungan antara manusia dengan yang Ilahi. Dalam konteks global, teologi tidak lagi berkembang dalam isolasi tradisional atau wilayah tertentu, melainkan harus berinteraksi dengan keragaman budaya, agama, dan realitas sosial yang melintasi batas negara.
 
Aspek Utama Hubungan Konteks Global dan Teologi
 
- Keragaman dan Dialog Antar Agama: Globalisasi membuat berbagai tradisi agama saling berdekatan, mendorong teologi untuk mengembangkan pendekatan yang inklusif dan mendukung dialog saling memahami, bukan konfrontasi.
- Tantangan Global sebagai Objek Refleksi Teologis: Masalah seperti kemiskinan global, perubahan iklim, dan pandemi menjadi bahan refleksi teologis untuk mencari makna dan solusi berdasarkan nilai-nilai agama.
- Dekonstruksi Paradigma Teologi Tradisional: Konteks global menantang pandangan teologi yang terpusat pada satu budaya atau wilayah, mendorong munculnya teologi yang lebih pluralistik dan kontekstual.
- Peran Teknologi dan Komunikasi: Kemajuan teknologi memungkinkan penyebaran pemikiran teologis secara cepat dan luas, serta memfasilitasi kolaborasi teologis lintas negara dan budaya.
 
Contoh Implementasi dalam Konteks Nyata
 
- Teologi Pembebasan yang muncul di Amerika Latin berkembang menjadi gerakan global yang merespons ketidaksetaraan ekonomi di berbagai negara di Selatan Global.
- Teologi Lingkungan Global yang mengintegrasikan pemikiran teologis dari berbagai tradisi untuk merespons krisis ekologi dunia.
- Dialog Antar Agama Internasional yang menjadi bagian penting dari upaya membangun perdamaian global, dengan dukungan dari berbagai komunitas teologis.
 

This site was designed with Websites.co.in - Website Builder

IMPORTANT NOTICE
DISCLAIMER

This website was created by a user of Websites.co.in, a free instant website builder. Websites.co.in does NOT endorse, verify, or guarantee the accuracy, safety, or legality of this site's content, products, or services. Always exercise caution do not share sensitive data or make payments without independent verification. Report suspicious activity by clicking the report abuse below.

WhatsApp Google Map

Safety and Abuse Reporting

Thanks for being awesome!

We appreciate you contacting us. Our support will get back in touch with you soon!

Have a great day!

Are you sure you want to report abuse against this website?

Please note that your query will be processed only if we find it relevant. Rest all requests will be ignored. If you need help with the website, please login to your dashboard and connect to support